tutorial blogger Indonesia

Google Website Translator Gadget

Minggu, 29 April 2012

Kisah tentang "Citra Prima (Parapsikolog masih Dunia Lain)"

Hehe..
bagi yang Maniak Horror, Kalian pasti tau kan acara Progam "masih Dunia Lain" di Trans 7? yang tayang setiap hari Kamis pukul 24.00-01.00 pagi? ..

Pasti bagi kalian yg maniak Horror suka banget acara" seperti Ini.. dari Peserta mengalami Penampakan, benda Jatuh, teriakan Histeris sampai di Ikuti dengan Kesurupan.. itu semua ada di acara kesayangan saya "Masih Dunia Lain" ..

Tapi menariknya, di sesi (Masih) Dunia Lain ini ternyata menghadirkan seorang Parapsikolog nyentrik namanya Citra Prima parapsikolog yang mampu melihat dimensi lain *katanya sih dri umur 9 taun* ada juga kang dicky,metafisika di MDL..

aku gak tau ya apakah acara (Masih) Dunia Lain ini rekayasa atau enggak, tapi menariknya si Parapsikolog cantik ini juga memberikan penjelasan yang bisa diterima akal sehat tentang kondisi si peserta dan juga keadaan disekitar lingkungan lokasi uji nyali..

sejak kemunculan acara Masih Dunia Lain.. saya jadi menyukai sesosok Perempuan yang selalu mendampingi mas Rudi Kawilarang dan juga kang Dicky.. dia di tugaskan menjadi Parapsikolog di acara masih dunia lain tsb.. yaa namanya : Citra Prima, sering di panggil dengan sebutan Mba Citra..

( kalau kamu mengaku punya "kelebihan" kamu pasti bisa melihat bahwa ada sosok kakek dan anak kecil dibangku tersebut )


semenjak 2 bulan yg lalu.. saya obrak abrik facebook saya,, saya mencari tau tentang Mba Citra, ngga ketemu" juga... baru kemaren malem saya ketemu sebuah perkumpulan " Citra Primas-PrimasTic " Join facebook.. saya bergabung di situ.. wah ternyata dulunya mba citra ini seorang :

" SkylarPictures|See the Unseen|Spiritual Consultant Bintang Indonesia, dan merupakan Parapsikolog di acara Masih Dunia Lain Trans7. Saat ini Citra prima di sibuk kan dengan dunia entertainment nya. "






CITRA : SAYA DIJULUKI "URBAN MONK" by Kompas.com

Meski besar di Jakarta, Citra memiliki keterikatan kuat dengan Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa tengah dan Jawa Timur. Di kaki gunung itulah, di sebuah kota kecil bernama Magetan, ia dilahirkan. Citra sempat tinggal di Magetan hingga ia berumur dua tahun. Setelah itu, ia dibawa dan diasuh neneknya di Jakarta karena kedua orangtua Citra sering berpindah tempat untuk mengurus pekerjaan.

Setiap kali liburan sekolah, Citra selalu diajak orangtuanya berlibur ke Magetan. Bersama ayahnya, Citra masuk keluar hutan untuk mencari ular kemudian dijinakkan. Suatu ketika, oleh ayahnya, kamar tidur Citra diisi dengan ular-ular hasil tangkapan mereka. ”Itu untuk melatih saya melawan rasa takut. Katanya, dengan menghadapi rasa takut, saya bisa menemukan jalan untuk melemahkannya,” tutur ibu dari Dante (6) dan Danesh (4) itu.

Pesan itu selalu diingat Citra dan menjadi bekal baginya untuk menjalani hidup. Citra masih ingat betapa masa kecilnya ia lalui dengan tidak mudah karena sering kali mengalami kejadian aneh-aneh. Pada waktu ia berumur sembilan tahun, misalnya, Citra mengalami mati suri selama 24 jam. Keluarganya bahkan sudah pasrah ketika itu.

Saat mati suri itu, Citra merasa digandeng dua sosok pria berjubah putih. Oleh sosok itu, Citra diperlihatkan beberapa lorong bercahaya dan padang rumput yang luas. Sekembalinya dari mati suri, Citra menemui pengalaman aneh-aneh. Ia pernah merasa tidak nyaman dengan kemampuan indra keenamnya itu. Ia pun pernah menyangkal bahwa ia memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk menolong orang. Namun, hidupnya justru menjadi berantakan.

Setelah bisa menerima hidup apa adanya, Citra kini merasa lebih tenang meskipun sekarang sering dipandang sebelah mata oleh orang karena penampilannya yang funky.

Penampilannya bahkan sempat memunculkan komentar negatif. Pernah suatu kali ia diminta memakai baju serba tertutup sebagai ciri spiritualitasnya. Ia tidak menolak, tetapi juga tidak menuruti permintaan itu.

”Aku tidak bisa pakai baju serba tertutup karena energi badanku ini panas. Selain itu, aku ingin menjadi diriku sendiri,” tegas Citra yang pernah tinggal di Ubud, Bali, selama tiga tahun.

Citra mengakui, ia menyukai mode. Mungkin karena ia pernah bekerja di beberapa majalah remaja dan majalah gaya hidup. Ia kemudian merambah ke industri perfilman. (IND)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar