tutorial blogger Indonesia

Google Website Translator Gadget

Kamis, 10 Januari 2013

Risa (Sarasvati) PDF  | Print |  E-mail
INTERROGATIONS & INTERVIEWS






























Begini, sudah bukan rahasia umum bahwa Risa Saraswati sering mengalami pengalaman dengan mahluk halus. Kita sebut saja: sixth sense. Tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan untuk ngobrol-ngobrol dengannya. Di kuburan.
*di lokasi, tidak ada siapa-siapa kecuali penjaga gerbang masuk yang sudah tidak terlihat lagi karena terlampau jauh..
Apakah kamu merasa memilki sixth sense? Yaaaa begitulah kira-kira, tapi saya ngga mau mengakui kalau sebenarnya saya memiliki sixth sense cuman gimana yah kenyataannya memang seperti itu. Datangnya begitu saja, saat saya menginjak kelas 5 SD dan ngga ada asal muasalnya  tiba-tiba saja saya bisa melihat sesuatu yang orang lain ngga pernah lihat. Saya sempat berfikiran kalau saya autis condong ke gila karena orang ngga melihat apa yang saya lihat. Tapi setelah bertemu orang yang mengaku memiliki sixth sense…oh..ok, dia melihat juga apa yang saya lihat.. Fyuuh.
is that a gift or a curse? Sometimes its a gift…sometimes its a curse haha. Coba bayangkan anda dapat berinteraksi dengan mendiang artis lokal favorit kamu… Dan coba bayangkan anda didatangi oleh wanita berambut panjang tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhnya yang merengek-rengek membangunkan anda dikala anda sedang tertidur di tengah malam. Kamu tahu bedanya kan?
Whoa. Eh, kamu tahu Ouija board? pernah mencobanya untuk berkomunikasi dengan mahluk halus? Ouija Board? Kalau bisa berkomunikasi langsung dengan bertatap muka untuk apa susah-susah bermain merangkai kata hanya untuk berkomunikasi dengan “Mereka” ? He he nope, saya belum pernah mencobanya sampai sekarang ini.
*Risa sudah terlihat tidak nyaman dan sering menoleh-noleh kebelakang..
Dulu pas Homogenic perform di Youthfest Bumi Sangkuriang dan Parkinsound Jogja kalo ngga salah katanya kamu mengalami sedikit ‘‘gangguan’’? Youthfest Bumi Sangkuriang sih saya memang tumbang karena kecapean, tapi beberapa orang meyakini kalau saya kemasukan setan, sebagian orang juga menyangka saya hanya mengada-ngada supaya homogenic maennya jadi sore..hahaha jadi curhat gini, tapi itu memang beneran  pingsan karena terlalu lelah. Naaaaah kalau di Parkinsound Jogja seruu…seruuu banget, itu merupakan awal perkenalan saya dengan  salah satu teman dari dunia lain yang sangat menyukai lagu dengan judul “Lirih”  yang ada di album homogenic terbaru. Kebetulan di Parkinsound tahun 2004 itu “Lirih” perdana diperdengarkan, dan di acara yang sama juga saya mengalami serentetan kejadian yang membuat teman-teman yang ikut kesana jadi tidak bisa tidur semalaman karena mengurusi badan saya ditumpangi si teman dari dunia lain tersebut..
Hmmh… siapa itu yang selalu mengganggu kamu? namanya “Diah”, saya ngga tau nama panjangnya. Tapi sebenarnya tidak terlalu mengganggu sih, lebih cenderung membantu belakangan ini. Perwujudannya memang mengganggu, tapi kisahnya yang memilukan cukup menggugah hati saya dan melunturkan rasa “Terganggu” itu.
*sekarang gue juga sudah mulai ga nyaman karena udara semakin dingin dan sudah semakin gelap..
Takut atau udah biasa nih menghadapi yang ‘begituan’? Takut? Saya orang yang sangat tidak menyukai segala sesuatu yang agresif, makanya saya takut sekali pada anjing hehe, saya suka kucing tapi saya bisa sangat takut pada kucing kalau ternyata dia agresif. Begitu juga pada hantu, hantu  yang sopan bisa membuat saya menjadi lebih tenang dalam menghadapi mereka..bahkan saya bisa berteman dengan mereka, naaah kalau hantu yang agresif…yang begini ini nih yang membuat saya sangat ketakutan dan berakhir dengan kerasukan..
*hey, ada suara-suara aneh yang terdengar dari pohon dibelakang gue..
So, hal-hal tersebut sering menjadi kendala dong dalam bermusik? Yap…kadang-kadang, apalagi dalam proses rekaman di studio. Yang saya tahu, mereka menyukai tempat yang gelap dan lembab, dan studio rekaman merupakan tempat yang sangat kondusif untuk mereka tinggali. Saya sering menemukan kendala di studio yang baru saya datangi, adaaa saja kejadian yang tidak masuk akal, cukup mengganggu… khususnya mengganggu rekan bermusik saya yang lain, mereka jadi parno melebihi saya yang memang benar-benar melihat keberadaan mahkluk tersebut.Tapi terkadang “Mereka” malah sangat membantu, contohnya si “Diah” yang menemani saya saat takevocal lagu “Lirih”…saat itu sebelum takevocal saya seperti dibawa ke masa disaat dia masih hidup, seolah diceritakan alasan dia menyukai lagu “Lirih”, kalau mengingat itu saya jadi merinding..hehe tapi dia sanggat membantu saya menghayati lagu tersebut. Terimakasih untuk “Diah”!! haha
Eh, ya..ya..ya..punya tokoh hantu favorit? Sebenarnya ada  beberapa hantu yang menjadi favorit saya. Diah juga favorit sih, tapi “Peter, William, Hendric, Hans dan Yanshen” adalah yang paling favorit. Saya besar bersama mereka, walaupun mereka ngga besar-besar, dari dulu sampai sekarang mereka tetap anak-anak kecil Belanda yang sangat lucu. Mereka adalah mahluk dunia lain pertama yang saya lihat, dan menjadi teman saya di rumah…ups…hehehe yaaaa mereka tinggal satu atap dengan saya di sebuah rumah tua milik nenek saya. Saya dan keluarga bagian siang,  mereka dan keluarga mereka bagian malamnya, shift-shiftan deh intinya..hahaha. Saya menulis tentang kelima hantu itu pada blog friendster saya juga loh, kalau diceritakan disini..sepertinya terlalu panjang hehehe. Kalau penasaran ingin tahu seperti apa mereka cari saja di blog friendster saya dengan alamat email risa_saraswati@yahoo.co.id haha jadi promosi gini.
Umm, okay…Film Horror Favorit? film horror favorit?? mmmh ngga horor-horor banget sih judulnya “Interview With Vampire”, yang main Brad Pitt dan Tom Cruise hehe mungkin mereka yang menjadi alasan saya menyukai film tersebut, andai saja hantu-hantu memilki wajah seperti mereka haha. Tapi kalau film horor yang benar-benar ‘Hantu” dan kalian yang belum pernah melihat Kuntilanak “Real”, film-film suzana bertitel sundel bolong cukup mewakili….film sundel bolong menjadi favorit saya karena “Gilaaaa…kuntilanak yang saya lihat mirip sekali dengan kuntilanak yang ada di film itu!!!!!”
Mmhh.. Semoga kamu ga dapet inspirasi buat bermusik dari mahluk halus juga.. Inspirasi dalam bermusik??? Hahaha ko jadi melenceng gini di….Untung inspirator saya dalam bermusik masih hidup, setidaknya hidup saya tidak dikelilingi hantu, hantu dan hantu…Inspirator bermusik saya tetap Alexandra J.W, kapan kita bisa bertemu??? he

Tidak ada komentar:

Posting Komentar